Mobil dan motor adalah dua sarana transportasi yang berbeda. Yang pertama digunakan karena kenyamanannya, yang kedua karena kegesitannya. Yang pertama besar, yang kedua kecil. Ketika di berbagai negara dihadapkan dengan permasalahan bertambahnya kendaraan dengan keterbatasan jalan, maka bermunculah ide-ide untuk mengatasi permasalahan ini. Intinya dua : mengurangi jumlah pemakai jalan dan memaksimalkan daya tampung jalan yang ada pada waktu tertentu. Nah nggak perlu harus jago fisika dan matematika, variabelnya hanya satu yakni manusia, sedangkan konstantanya ada dua waktu dan ruang atau jalan. Kalau di jalan utama diberlakukan pembatasan kendaraan seperti 3 in 1, maka alternatifnya dua : naik kendaraan umum untuk melintasi jalan tersebut atau naik kendaraan pribadi dan bermacet ria di jalan alternatif. Yang pertama adalah solusi yang diharapkan, sedangkan yang kedua adalah memindahkan masalah dan bukan solusi. Sayang sekali sebenarnya ada satu solusi yang seringkali lolos jadi perhatian, masalah besar dan kecil tadi. Seharusnya pemakai kendaraan roda dua diperlakukan khusus bukannya jadi warga kelas dua. Bener nggak hehehehehehe. Coba kalau pola berpikirnya dibalik, jalan besar hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda dua dan kendaraan umum hehehehehe. Jangan protes dulu, kalau masalah kenyamanan dan polusi, keduanya bisa diatasi.

 

Baru-baru ini Fast Company mengupas mengenai C-1, yang diclaim sebagai produk kendaraan perpaduan dari mobil dan motor. Istilahnya, two wheel car. Mobil Roda Dua. Kendaraan roda dua yang 100% elektrik ini diperkenalkan di San Fransisco oleh Lit Motor milik Daniel K. Kim. Sebenarnya inovasi kendaraan roda dua atau sejenis bukanlah hal yang baru tapi dari waktu ke waktu nampak secara teknologi kendaraan yang diperkenalkan semakin maju. Selain ramah lingkungan dan nyaman (layar sentuh, airbags, seat belt, integrasi dengan smartphone) karena serba elektrik, C-1 memperkenalkan teknologi canggih Control Moment Gyroscope, yang mengatur perimbangan kendaraan sehingga tidak tegak. Nggak keren kalau tetap masih pakai kaki kalau berhenti di lampu merah. Luar biasa !!. Daniel bahkan sesumbar kecuali diseruduk oleh gajah berukuran kecil baru mobil ini bisa jatuh.

Bagaimana sih kerjanya Control Moment Gyroscope ?

Teknologi gyroscope bukanlah teknologi baru sebenarnya. Teknologi ini awalnya diterapkan pada pesawat terbang sehingga memungkinkan pesawat bisa dijalankan dengan modus auto pilot. Setiap ada pergerakan, adalah gyroscope yang mendeteksi pergerakan ini sehingga dapat dieksekusi langkah untuk mengatasi pergerakan ini. Pabrikan smartphone, pengembang game kemudian juga mengadopsi teknologi ini. Wii dengan Motion Plusnya, memungkinkan kita benar-benar ikut terlibat dalam game dengan menggerakkan anggota tubuh kita.

 

"Revolutionary User Interface", mengutip istilah yang digunakan oleh Steve Jobs ketika mengenalkan iPhone. Saat ini hampir semua smartphone mengadopsi teknologi yang mendeteksi gerakan (motion sensing) ini.

(berlanjut….)

sumber : Fast Company, Wired Magazine, YouTube, Wikipedia dan berbagai sumber yang lain. Isi artikel diambil dari duniasains.com.